Inilah Mitos Dan Fakta Tentang Aborsi

Advertisement
Widyadara™ ~ Inilah 5 Mitos dan Fakta Tentang Aborsi - Kalo denger kata "Aborsi", pasti terlintas sebuah hal yang sangat kontroversi, pro-kontra tentang praktek aborsi sering terjadi di tengah masyarakan Indonesia dan juga dunia. Karna tiap orang punya pendapat sendiri tentang Aborsi ini. Karna hal tersebut, ada beberapa Mitos tentang Aborsi yang beredar, lalu bagaimana faktanya?

Pemahaman dan pengetahuan seseorang tentang Aborsi terkadang menjadi sebuah info atau beberapa mitos yang faktanya bertentangan. Seperti beberapa mitos mengenai Aborsi berikut yang banyak dipercaya dan sering diperbincangkan.

Mitos dan Fakta Tentang Aborsi

# Mitos: Aborsi bisa Dilakukan Kapan pun Dalam Masa Kehamilan

* Faktanya:
Aborsi gak bisa dilakukan seenaknya kapan pun diinginkan para wanita. Di beberapa negara, dokter diperbolehkan melakukan aborsi pada saat usia kandungan masih sangat muda, pada trimester pertama, dan ada yang memperbolehkannya sampai trimester kedua.
Melakukan aborsi pada usia kandungan mencapai trimester ketiga dilarang, karena berkaitan dengan kehidupan janin dan ibu yang mengandung.
Sementara itu di Indonesia, aborsi sendiri merupakan tindakan terlarang kalo bukan karena alasan kesehatan. Tapi, hingga saat ini aborsi masih menjadi pertentangan baik secara moral, hukum, maupun agama.

# Mitos: Daripada Aborsi Lebih Baik Menggunakan Kontrasepsi

* Faktanya:
Gak ada kontrasepsi yang memberikan jaminan 100 persen berhasil. Sekitar 54 persen wanita yang berharap melakukan aborsi telah mencoba mencegah kehamilan. Selain itu, penyebab seorang wanita hamil bisa berbeda-beda. Bisa jadi seorang wanita telah mengalami perkosaan dan kemudian hamil. Hal ini gak bisa dicegah dengan kontrasepsi.

# Mitos: Aborsi Lebih Berbahaya dari Melahirkan

* Faktanya:
Sama seperti melahirkan, aborsi juga bisa menyebabkan komplikasi. Penelitian di Kanada gak menunjukkan bahwa aborsi lebih bahaya daripada melahirkan. Hal ini tergantung pada praktik aborsi yang dilakukan.
Yang paling berbahaya adalah melakukan aborsi melalui praktik-praktik ilegal pada orang yang gak memiliki kemampuan medis, serta dengan peralatan yang gak sesuai standar bedah.

# Mitos: Aborsi Menyebabkan Depresi dan Trauma Psikologi Berkepanjangan

* Faktanya:
Trauma dan depresi setelah aborsi ini telah diajukan sebagai salah satu alasan penolakan aborsi oleh kelompok anti-aborsi di Amerika sejak tahun 1980-an. Peneliti gak menemukan adanya bukti bahwa wanita yang melakukan aborsi akan merasakan depresi atau trauma yang disebut post-abortion syndrome.

# Mitos: Aborsi Bisa Menyebabkan Kanker Payudara

* Faktanya:
National Cancer Insitute (NCI) di Kanada, Pada Maret 2003 menunjukkan gak ada kaitan antara aborsi dengan risiko kanker payudara. hingga saat ini belum ada bukti jelas mengenai kaitan ini, serta dari mana mitos ini berkembang.

Seperti itulah beberapa mitos dan fakta tentang Aborsi yang sering terjadi di masyarakat, khususnya para wanita. Kalo masalah Aborsi di Indonesia sampai sekarang masih menjadi perdebatan dan kontroversi. Semoga bermanfaat. Disalin Widyadara dari sumber merdeka.com dilansir dari Opt (Options for Sexual Health).
Advertisement

Share This:

1 comments:

  1. Klau yg katanya dapat mengakibatkan cacat anak pada hamil berikutnya itu btul gak gan ??

    BalasHapus

 
Top