Seperti yang tertulis dalam Puisi Renungan Ulang Tahun berikut, sebuah Kata Kata Renungan Hati saat Ulang Tahun...

Hari hari lewat, pelan tapi pasti.
Hari ini aku menuju satu puncak tangga yang baru.
Karena aku akan membuka lembaran baru.
Untuk sisa jatah umurku yang baru..
Daun gugur satu-satu.
Semua terjadi karena ijin Allah.
Umurku bertambah satu-satu.
Semua terjadi karena ijin Allah..
Tapi..
Coba aku tengok kebelakang.
Ternyata aku masih banyak berhutang.
Ya, berhutang pada diriku.
Karena ibadahku masih pas-pasan..
Kuraba dahiku.
Astagfirullah,, sujudku masih jauh dari khusyuk.
Kutimbang keinginanku.
Hmmmm..
Masih lebih besar duniawiku..
Ya Allah..
Akankah aku masih bertemu tanggal dan bulan yang sama di tahun depan?
Akankah aku masih merasakan rasa ini pada tanggal dan bulan yang sama di tahun depan?
Masihkah aku diberi kesempatan?
Ya Allah..
Tetes airmataku adalah tanda kelemahanku.
Rasa sedih yang mendalam adalah penyesalanku.
Astagfirullah..
Jika Engkau ijinkan hamba bertemu tahun depan.
Ijinkan hambaMU ini, mulai hari ini lebih khusyuk dalam ibadah.
Timbangan dunia dan akhirat hamba seimbang.
Sehingga hamba bisa sempurna sebagai khalifahMu..
Hamba sangat ingin melihat wajahMu di sana..
Hamba sangat ingin melihat senyumMu di sana..
Ya Allah.. Ijikanlah..
Amiin..
By: Mulia Arif > Jakarta 2006
Merayakan Ulang Tahun pasti bahagia, dan berharap semua hal menjadi lebih baik dan terbaik lagi. Berdoa dan merenung di saat kita beulang tahun tertulis dalam Puisi Renungan Hati Saat Ulang Tahun. Disalin Widyadara.
Share This:
0 comments:
Posting Komentar
Click to see the code!
To insert emoticon you must added at least one space before the code.